Mengingat kesaktian Alcorcon di leg pertama, Madrid menurunkan sebagian besar skuad utamanya. Ternyata, meski membuat Madrid mendominasi laga, itu tetap tidak cukup untuk mengatasi permainan Alcorcon yang fokus bertahan. Dengan sigap, pemain Alcorcon berusaha merebut bola dan memotong alur umpan Madrid.
Untuk membantu Kaka mengacak-acak pertahanan Alcorcon, pelatih Manuel Pellegrini memasukkan Rafael Van der Vaart, menggantikan Mahamadou Diarra di menit ke-47. Perubahan ini mengangkat kualitas serangan Madrid. Namun, tetap saja, mereka harus menunggu hingga menit ke-81 untuk bisa unggul 1-0 melalui Van der Vaart, yang sukses memanfaatkan umpan Kaka.
Dengan waktu tersisa, Madrid mencoba menyarangkan gol-gol berikutnya. Sayang, sebelum berhasil menambah gol, wasit keburu mengakhiri pertandingan.
Lebih buruk dari sekadar gagal lolos ke 16 besar, hasil tersebut berarti kandasnya ambisi treble Madrid. Selain itu, harga diri Madrid sebagai raja Eropa pun terkoyak mengingat Alcorcon hanyalah klub Divisi Segunda B, yang gersang bintang.




