Berikut ini hasil neraca keuangan klub-klub Liga Inggris yang dicatat The Indepedent:

Man. City: rugi 92,6 juta poundsterling (hingga 31 Mei 2009)
Man. United: rugi 44,8 juta poundsterling (30 Juni 2008)
Chelsea: rugi 44,4 juta poundsterling (30 Juni 2009)
Liverpool: rugi 42,6 juta poundsterling (31 Juli 2008)
Arsenal: untung 35,2 juta poundsterling (31 Mei 2009)
Tottenham Hotspur: untung 23,2 juta poundsterling (30 Juni 2009)
Kerugian hampir Rp 1,4 triliun yang dialami oleh City itu tak lepas dari pengeluaran jor-joran klub tersebut untuk membeli sekian banyak pemain besar. Berdasarkan pernyataan di situs klub, kerugian City hingga Mei 2009 itu berlipat hampir tiga kali dibanding tahun 2008, yakni 32,6 juta poundsterling.
Itu merupakan catatan pertama setelah klub tersebut diambil alih oleh Sheikh Mansour bin Zayed al-Nahyan.

Hal yang paling menguras kocek “The Citizens” adalah pengeluaran sebesar 32,5 juta poundsterling untuk membeli Robinho. City juga mengeluarkan lebih dari 125 juta poundsterling atau Rp 1,8 triliun pada bursa transfer musim panas 2009. Dana sebanyak itu antara lain digunakan untuk membeli Emmanuel Adebayor, Carlos Tevez, Gareth Barry, Kolo Toure, Roque Santa Cruz, dan Joleon Lescott.
“Kondisi keuangan hingga Mei 2009 mencatat awal periode investasi yang terencana di semua lini dalam klub: skuad, akademi pemain muda, infrastruktur, website, dan aplikasi teknologi dan massa kami. Tidak mengejutkan, investasi ini punya pengaruh sangat penting pada hasil finansial tahun ini. Investasi ini juga meramalkan dampak yang sama pada kondisi finansial dalam beberapa tahun mendatang karena klub ingin meraih sukses besar baik di dalam dan luar lapangan,” sebut pernyataan itu.




