Sebagai tim sekota (derbi), MU dan City sudah sejak lama berebut popularitas, pendukung, dan pengaruh di kota Manchester. Mengacu pada prestasi, “Setan Merah” tentu berada jauh di atas “The Citizens”.

Namun, persaingan keduanya selama, setidaknya, dua musim terakhir mengetat, seiring masuknya investor baru di City.
Pelatih Manchester City, Roberto Mancini, menilai, kekuatan Manchester United (MU) menurun jauh semenjak ditinggal Cristiano Ronaldo dan Carlos Tevez, akhir musim lalu. Menurutnya, ini akan menjadi saat yang tepat bagi City menjatuhkan dominasi MU di Manchester.
City pun mendapat modal finansial untuk membeli pemain top dan memperbaiki fasilitas klub guna meningkatkan daya saing mereka.

Trofi memang menjadi target utama City. Namun, menjatuhkan MU, tentu saja merupakan kebanggan tersendiri. Seperti yang Mancini katakan di awal masa jabatannya, ia ingin menjadi derbi Manchester menjadi sepanas derbi Milan.

Menurutnya, musim ini adalah saat yang tepat meruntuhkan arogansi MU.
Sementara MU kehilangan pilar, City berhasil mendatangkan pemain top, termasuk Tevez, dan sudah mulai menunjukkan soliditas dan kualitas yang membahayakan tim-tim mapan, termasuk MU. 

”Carlos Tevez dan Cristiano Ronaldo adalah dua pemain top. Ketika sebuah tim kehilangan dua pemain seperti itu, wajar mereka merasa kehilangan sesuatu. Bagi saya, (Tevez) adalah salah satu dari sepuluh pemain top Eropa dan salah satu yang terbaik di dunia,” ungkap Mancini.

”Ketika kami menyambangi Old Trafford, kami akan menurunkan banner itu. Ini adalah tahun terakhir (signage) itu terpasang,” tandasnya.




