Liga Inggris

Torres Kembali Galak Setelah Diterapkan Strategi Lama


Di balik kesuksesan klub kesayangan Chelsea yang terus bertengger di puncak klasemen sementara Liga Inggris ada kejutan lainnya yaitu kembali tajamnya Fernando Torres. Gong Liga Champions pun baru saja ditabuh. Untuk menyebut Torres telah kembali menemukan naluri golnya tentu lebih afdol jika menunggu musim ini selesai. Akan tetapi, jika melihat catatan statistik Torres sejauh ini: 6 gol dari 12 partai (7 di antaranya di liga), ada peningkatan yang signifikan, mengingat musim lalu ia mesti menerima banyak olok-olok, lantaran hanya mampu mencetak 11 gol dari 49 partai bersama The Blues. Ada beberapa asumsi yang menyebutkan mengapa Torres kembali tajam. Pertama, sudah tak adanya Didier Drogba, mengingat dengan tidak adanya Drogba, Torres memiliki tanggung jawab lebih karena menjadi satu-satunya andalan Chelsea. Kedua, masih berkaitan dengan poin pertama, tanggung jawab besar tersebut membuat mental Torres otomatis menjadi lebih tangguh. Ketiga, masalah kebugaran. Musim ini Torres memiliki tingkat kebugaran lebih tinggi lantaran musim lalu ia banyak memulai pertandingan dari bench. Terakhir, poin keempat, adalah soal taktik. Alih-alih memaksakan skema 4-3-3 yang dulu kerap dilakukan Andre Villas-Boas, di mana Torres kerap “dipaksa” bermain melebar, Roberto Di Matteo mengembalikan Torres ke posisinya semula: advanced forward di formasi 4-2-3-1 atau 4-5-1. Torres memang terlahir sebagai target man classic, penyerang tunggal konvensional. Kembali tajamnya Torres dapat dikatakan adalah hasil intuisi dan progesi Di Matteo sebagai pelatih yang cerdas dalam membaca kebutuhan tim.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *